Tags

,

Tadi malam saya menonton bigmatch Liga Inggris antara Liverpool (my favourite club) vs MU, pertandingan yang diawali dengan tribute untuk mengenang tragedi Hillsborough pada 15 April 1989, yang menewaskan 96 orang. Pemain Liverpool mengenakan tracksuit khusus bertuliskan angka ’96’ di bagian punggung. Dengan latar lagu You’ll Never Walk Alone, pemain legendaris MU Sir Bobby Charlton turut terlihat menyerahkan 96 bunga mawar ke pemain legendaris Liverpool Ian Rush. Termasuk kapten Steven Gerrard di kubu Liverpool dan Ryan Giggs di kubu MU, melepaskan 96 buah balon untuk mengenang 96 korban jiwa di Hillsborough. Emosional!

Dan pertandingan pun ternyata, jauh lebih emosional, kedua kubu saling berlari dan men-tackle demi memperebutkan bola. Pelanggaran dan peluit wasit menjadi pemandangan yang sering terlihat di lapangan. Awal petaka ketika Jonjo Shelvey, salah satu pemain Liverpool di kartu merah oleh wasit gara-gara melakukan tackle menggunakan dua kaki. Wow, apa-apaan neh, saya langsung protes ke wasit (yang pasti wasit ga mungkin denger lah, haha..). Yang berebut bola kemudian sliding dengan dua kaki itu ada dua pemain, ga hanya satu, kenapa cuma satu pemain yang di kartu merah. Wah, ga beres neh wasit memihak satu belah pihak, toh pemain mau protes juga ga bisa diganti tuh keputusan wasit.

Sudahlah, pertandingan dilanjut sampai babak pertama selesai. Istirahat 15 menit. Dilanjut babak kedua, namun baru beberapa menit Gerrard akhirnya bikin gol. Mantab, dengan 10 orang Liverpool bisa unggul dari lawan 11 orang. Eh, ketika Liverpudlians (sebutan pendukung Liverpool) masih bersorak sorai, MU dengan cepat membalas menjadi 1-1. Bodo ah, yang penting masih imbang.

Well, akhirnya wasit memihak tim tamu terbukti, puncaknya adalah ketika wasit memberi hadiah pinalti ke tim MU, dengan alasan yang tidak masuk akal. Orangnya jatuh sendiri di kotak pinalti, namun dengan mudahnya wasit menunjuk titik putih. Great job!!

Dan gol, skor berubah menjadi 1-2 keunggulan tim tamu, yang akhirnya bertahan hingga 90 menit.

Saat itu, saya tidak peduli dan langsung menuduh wasit sudah ‘mendukung’ tim tamu, MU. Well, perlu diingat kalau nama wasit tersebut adalah Mark Halsey. Wah, berarti ada penerus Howard Webb neh. (atau mungkin rival utama tuh.. Tau deh).

Mari kita tunggu aksi dari wasit tersebut selanjutnya.